Katar Pekojan Gelar ‘KOSAN NGABER’ di Langgar Tinggi Pekojan Tambora

14 Maret 2022 06:57

Kabarjkt- Karang Taruna Kelurahan Pekojan menggelar talk show Kopi Santai Ngobrol Asyik Bermutu (KOSAN NGABER) pada sore hari Minggu (13/3/2021) di Pelataran Langgar Tinggi Pekojan Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Katar Pekojan yang diketuai oleh Haikal Ali dihadiri ASN kelurahan Pekojan, senior Karang Taruna Pekojan, Ketua RW, LMK, FKDM dan tokoh masyarakat dengn narasumber Usman tokoh masyarakat dan pegiat Sejarah Pekojan dan Geisz Chalifah sosok kondang  Pegiat Sosial, Sejarah dan Budaya Melayu. sekaligus sebagai Produser Jakarta Melayu Festival (JMF) yang rutin setiap tahun diadakan di Ancol. rencnanya di tahun 2022 ini pasca 2 tahun tertunda karena wbah covid akan diadakan kembali di bulan Agustus.

Dalam sambutannya Senior Katar Pekojan Aris Sucipto sangat mengapresiasi acara ini, “Sesuai dengan temanya Mengenal Sejarah dan Kebudayaan Pekojan, semoga menambah wawasan pengetahuan dan menjadi inspirasi untuk lebih majunya wilayah ini,” ujar Aris.

Pada pembukaan talk show, moderator Palupi menceritakan sedikit sejarah Langgar Tinggi.
Langgar Tinggi adalah langgar yang dibangun pada tahun 1883 Masehi untuk kepentingan ibadah dan menjadi tempat istirahat para pedagang menyusuri Kanal kali Jalan Tubagus. Angke.” ungkap Palupi.

Usman yang sempat membuat buku tentang Cagar Budaya Pekojan ini berharap bisa lebih dari itu terkait sejarah panjang Pekojan. Saya berharap bisa menggali tentang jejak sejarah budaya Pekojan dan dijadikan buku bahkan mungkin menjadikan Pekojan sebagai Kampung Budaya, kata Usman. Lebih lanjut Usman menjelaskan sejarah  budaya Pekojan, mulai dari tokoh Pekojan, tempat-tempat ibadah Pekojan, transportasi sungai, beragam etnis yang pernah menjadi penduduk, sampai Pekojan yang jadi pusat pendidikan pencetak para ulama besar juga sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia diwilayah Pekojan.

“Berbicara Pekojan adalah berbicara tentang sejarah Jakarta masa lalu ketika Sungai menjadi alat transportasi, tak heran jika masjid dan langgar di bangun di pinggir sungai.” Ucap Geisz.

Geisz Chalifah mengungkapkan identifikasi Melayu adalah kearifan didalam hubungan masyarakat sehingga menghasilkan transformasi budaya.”Budaya bukan hanya dilestarikan tetapi ditumbuh kembangkan.” Tambah Geisz Chalifah.

Menutup acara Usman mengharapkan agar teman-teman senior Katar tetap merangkul, membina dan mengarahkan anak-anak muda terutama Katar Pekojan agar bisa membuka jalan untuk menggali sejarah budaya Pekojan dan berperan dalam mengelola wilayah kita menjadi Kampung Sejarah Budaya yang bernilai komersial untuk meningkatkan taraf hidup UKM dan masyarakat Pekojan.

-Red RAM-

TAGS:

Berita Terkait

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
add

Terpopuler

new-1572747_640

Berita Terbaru