Solat Idul Fitri di Halaman Masjid Al Muhadjirin: Ramadan Membentuk Pribadi yang Disiplin.

3 Mei 2022 09:15

Kabarjkt– Mulai malam takbiran  sampai pada pagi hari suara kumandang takbir menggema.

Kalimat takbir, tahmid, tahlil terdengar begitu nyaring untuk mensucikan, memuliakan, membesarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Senin (02/04/2022)  bertepatan dengan 1 Syawal 1443 Hijriah hari di mana umat Islam berbondong-bondong menyemarakkan salah saanjuran yang dilakukan setelah melewati bulan Ramadhan, yaitu shalat Idul Fitri.

Solat Idul Fitri umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat pada pagi hari atau yang disebut solat Id.

Masjid Al-Muhadjirin Grogol Jakarta Barat melaksanakan Sholat Idul Fitri di Jalan Semeru Raya depan masjid Al-Muhadjirin dengan Khotib KH M. Al- Khaththath dengan Imam ustadz Sybly Khairussauma.

Sebelum imam melaksanakan sholat Idul Fitri dan Khotib naik mimbar panitia Ramadhan dan Idul Fitri membacakan laporan hasil pemasukan dan pengeluaran kas Masjid baik dari tromol taraweh sampai laporan kegiatan santunan yatim dan Fakir selama Ramadhan 1443 Hijriah yang disampaikan oleh Septian.
Dalam sambutannya pengurus Masjid Al-Muhadjirin Dr. Isfahani Surya mengatakan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Jamaah dan donatur yang telah memberikan partisipasinya selama Ramadhan 1443 Hijriah baik berupa makanan berbuka puasa hingga infaq dan shodaqohnya sehingga suasana Ramadhan menjadi lebih semarak, khusyu dan khikmat serta mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kepada Jamaah Masjid Al-Muhadjirin.

Dalam Khutbahnya Khotib mengajak para jamaah mengamalkan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan yang ada didalam Al -Quran dan As Sunnah maka kita akan menjadi manusia terunggul di dunia.

Bukan hanya itu saja Khotib juga menyampaikan bahwa Seluruh pelaksanaan ibadah shiyam dan qiyam sebulan penuh di Bulan Ramadhan adalah ibarat pelaksanaan system hidup Islam secara keseluruhan secara simultan yang tujuan daripelaksanaannya adalah untuk menghasilkan masyarakat yang secara jama’i (kolektif) maupun pribadi (individual) adalah manusia-manusia yang disiplin dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Dan hasil dari pelaksanaan sistem ibadah tersebut bisa kita lihat secara umum manusia lebih disiplin memenuhi masjid untuk sholat wajib lima waktu, sholat tarawih, dan I’tikaf di sepuluh malam terakhir.

Setelah selesai pelaksanaan khutbah Idul Fitri para jamaah, Khotib, imam di ajak oleh panitia untuk makan Ketupat bersama. Acara seperti ini setiap tahun selalu ada agar para pengurus, jamaah bisa bersilaturahim dan meningkatkan ukhuwah islamiah diantara sesama muslim seperti yang dikatakan oleh Bambang Nusantara Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan.

-Red FHM-

TAGS:

Berita Terkait

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments